Postingan

TINDER-ING

  Pertama, gue bakal certain beberapa TinderBoys yang match sama gue.   Mas Wisnu. Mas ini cakep, ya tipikal gue banget lah, hobi fotografi and…something that attract me first is..his black/white t-shirt. Iyes, gue suka cowo yang pake kaos putih/item, ganteng banget jadinya. Awalnya gak nyangka bakal match sama dia coz I’m don’t put any expectation at all. But yeah, we matched. He texted me first, ngajak kenalan biasa gitu. Agak gemes bahasanya, ngobrol basa basi nanya rumah, kuliah, dan…sebagainya. Tapi I don’t get the sparks from him. Kek lempeng aja dianya. And I cant resist kedatarannya dia. No excited feedback, no flirty-flirty question and…everything is getting so boring.   Dia juga tipikal yang balesnya lama, jadi makin males. Since qu dapet tindermatch baru, gue unmatch langsung si mas Wisnu ini, lagian dalam waktu 2x24 jam doi gabales message tinder gue. So…gue gak jadi lyke deh mas sorry. 2.        Mas Unnes ...
Hello, S Mungkin saat ini memang kita tidak bisa saling bersapa lagi. Mungkin saat ini kita sibuk dengan dunia masing-masing. Mungkin saat ini kita punya prioritas sendiri. Mungkin saat ini kita menikmati waktu kita sendiri. Tapi, dalam hati aku masih mengharapmu. Di dalam hati aku masih merindumu. Aku tau, aku gila, aku bodoh Kenapa bisa aku begitu merindumu? Kenapa bisa aku begitu ingin bertemu? Kenapa bisa aku ingin merasakan hangat genggaman dan pelukmu? Padahal kita tak pernah saling benar-benar tau. Bolehkan aku berharap? Hmmm..tidak, tidak hanya satu, tapi banyak. Aku ingin kita kita mengulang waktu saat kita bersama Aku ingin kita bertegur sapa Aku ingin kita saling membalas obrolan Aku ingin kita saling melempar canda tawa Aku ingin kita saling mendengarkan cerita Aku ingin kita, bersama lagi, untuk selamanya (mungkin)                  ...

Mempertanyakan Kegoblokanku

Yes. I know, aku menjelekkan diriku sendiri. I love to roasting myself. Born reckless and careless, and getting worse every single day, especially when it comes to something you called romance. Boys, boys, boys. They made me being a reckless and careless human being hehe lol. Urusan lelaki, percintaan, romansa yang sangat tidak aku kuasai menjadikan aku terlihat pecundang dan mebuatku lebih seperti budak cinta.  Tapi, ini lah aku. Manusia yang masih kurang pengalaman, masih kurang jauh mainnya, masih sedikit kawannya, dan masih belum matang jiwanya...berpetualang mancari jati diri, mencari cinta sejati.  Kesalahan, akan banyak terjadi. Di sana, di sini dan di mana-mana. Tapi tak apa, setiap kali aku terjatuh, mungkin akan tersungkur, tapi masih ada pilihan kan untuk bangun dan bangkit kembali.  Gobloknya aku pun sudah terbukti dan tak perlu diuji lagi. Goblokku natural dari dalam hati, gak pake setengah-setengah. Goblokku udah nembus ke DNA, kasian ya...

Kenapa Cewek Pakai Makeup ?

Saat lagi jalan sama pacar dibilang... "Kok dandan lama banget sih? Lipstiknya merah banget, gausahlah pake lipstik aku suka yang natural aja kok" Saat lagi hang-out sama geng, ada temen cowo nyeletuk... "Ya ampun, gausah touch-up touch-up elah ribet, gabakal ada yang merhatiin juga, ayok keburu cabut kita nih" Sebel gak, pernah digituin atau ngalamin pengalaman yang hampir mirip seperti itu? Ya, aku pun pernah digituin. sebel iya, jengkel ia, pengen nonjok iya, pengen masukin tuh cowo ke lubang buaya IYA JUGA. Oke, Girlsss...as we know, that we can be apart with something called makeup. Makeup is like our other half. Makeup is our soul. We cannot be separated. And girls, the most annoying things is when most of boys think that "makeup" is our ways to tease them, to hook them, to attract them. But, in my opinion. THAT WAS WRONG. We  didn’t get dolled up to impress you. BOYS LEMME TELL YOU.... First of ALL, Aku pake skincare ...

Terimakasih Sudah Sempat Datang!

Hanya numpang lewat, baru ku lemparkan senyum dan kusapa untuk sekedar duduk sebentar namun apadaya dia hendak segera pergi. Tak apa. Sudah biasa dan selalu begitu. Aku pun tetap terdiam tanpa berani memanggilnya untuk singgah kembali. Pergilah, tak mengapa.mungkin belum saatnya. -------------------------------------------------------------  Jika kamu hendak mampir, kemarilah. Aku selalu ada disini. mari kita duduk sebentar sembari menyeruput kopi atau sekedar melempar tanya tentang kabar. Aku percaya kamu akan datang. Tak apa jika datang untuk pergi lagi. Aku juga tak akan memaksa untuk tetap tinggal. Hanya sekedar menyapa untuk bertukar senyum. Aku sudah merasa cukup. ------------------------------------------------------------ Kuakui, yang datang memang bukan hanya kamu. Ada dia, dia, dan dia. Tapi, kedatanganmu masih membekas sampai saat ini. Pertanyaanmu tentang bagaimana aku mengelola masa depan, bagaimana cara menjemput jodoh, sampai perkara remeh se...