Terimakasih Sudah Sempat Datang!

Hanya numpang lewat, baru ku lemparkan senyum dan kusapa untuk sekedar duduk sebentar namun apadaya dia hendak segera pergi.
Tak apa. Sudah biasa dan selalu begitu. Aku pun tetap terdiam tanpa berani memanggilnya untuk singgah kembali.

Pergilah, tak mengapa.mungkin belum saatnya.

------------------------------------------------------------- 

Jika kamu hendak mampir, kemarilah. Aku selalu ada disini. mari kita duduk sebentar sembari menyeruput kopi atau sekedar melempar tanya tentang kabar.
Aku percaya kamu akan datang. Tak apa jika datang untuk pergi lagi. Aku juga tak akan memaksa untuk tetap tinggal. Hanya sekedar menyapa untuk bertukar senyum. Aku sudah merasa cukup.

------------------------------------------------------------

Kuakui, yang datang memang bukan hanya kamu. Ada dia, dia, dan dia. Tapi, kedatanganmu masih membekas sampai saat ini. Pertanyaanmu tentang bagaimana aku mengelola masa depan, bagaimana cara menjemput jodoh, sampai perkara remeh seperti sudah makan atau belum, kenapa belum tidur padahal sudah larut sampai bagaimana keadaan politik menjelang pilkada di Semarang, masih aku ingat.
Caramu mengirimkan sapaan pagi hari memang menjengkelkan. Caramu menyuruhku untuk segera makan juga menyebalkan. Tapi, aku suka itu.
Aku selalu balas pesanmu sesegera mungkin, walau terkadang kutinggalkan pesanmu dalam keadaan "R". Setelahnya pun, kau mengatakan aku sombong karenanya. Haha. Kau ini.
Tak apa,itu pembalasanku atas kamu yang selalu mengabaikan pesanku yang baru kau baca setelah setengah hari kukirimkan. Bodohnya aku, kenapa selalu menanti pesan darimu.

Tapi begitulah. Aku tetap tidak apa-apa. Karena itu bukan apa-apa.

Aku masih disini. Diam sendiri. Barangkali mau datang, silakan, aku sambut kembali. Namun kalau tidak pun tak mengapa. Aku siap menyambut yang lain.

Untuk kau, terima kasih sudah sempat datang.


Your Stranger's Chat Site buddy,


Rose.

Komentar